“Untuk ukuran seorang mirna, mirna seharusnya mendapatkan direktur, atau dokter, atau anak dari pejabat”.
Itu pendapat kebanyakan orang, yang cukup membuat aku terkekeh-kekeh. Sehingga, aku disodorkan (baca: dijodohkan dan dikenalkan) dengan cowok yang lulusan dari A, atau bergelar dokter dan bla bla yang lain. Semuanya lewat aja buat aku. Wajar sebetulnya mereka punya 'great expectation' seperti itu mengingat bahwa aku hidup dari keluarga berkecukupan dan gelar kesarjanaan aku mulai dari S1 dan S2 aku dapetin dari luar negri. Secara otomatis, standard cowok yang pas buat aku timbul sendiri dalam pikiran-pikiran mereka.
Aku sendiri tidak terlalu memusingkan masalah itu, misalnya masalah jabatan atau keprofesian. Kalau seandainya mereka bertanya ke aku tentang hal-hal apa yang aku lihat dari pria untuk menjadi pendampingku, aku akan menjawabnya sedikit berbeda dengan jawaban mereka. Hal utama yang paling prinsip pastilah harus se-agama, dan kalian sendiri sudah paham kenapa itu penting sekali. Hal lainnya adalah, karakter dan kepribadian yang kuat tersebut. Personally, aku butuh cowok yang mempunyai sifat pemimpin yang tegas dan 'good decision maker', secara aku itu orangnya plin-plan dalam mengambil keputusan. Cowok yang berani mengambil sikap, secara aku itu orangnya penakut. Basically, I need a man who knows what to do in difficult times and stands up on what he believes in.
Aku juga tidak bilang bahwa status dan pekerjaan tidaklah penting. Bagiku itu penting tapi bukanlah yang utama. Itu juga bukan berarti bahwa aku terlalu gampang menerima segala macam profesi orang. Jika memang pekerjaan yang dia jalanin dan jabatan yang dia pegang masih tergolong biasa untuk sekarang, tapi kalau dia mempunyai leadership character yang kuat seperti yang aku utarain sebelumnya, tidak masalah buat aku karena aku yakin dia pasti akan menjadi orang besar juga nantinya. Mana ada sekarang hidup mau langsung enak, lebih enak kalau kita bersama menjalaninya dari susah dan dari bawah. Jadinya seperti ada, “lesson to learn”.

Kenapa karakter seperti itu penting buat aku? Karena aku cuman perempuan biasa yang butuh juga untuk diayomin, dilindungi dan dituntun oleh seorang pria. Selain itu, aku mempunyai tanggung jawab untuk menyokong hidup banyak orang, maka aku butuh orang yang optimis dan berpandangan possitif sehingga bisa memberi aku motivasi continuosly (that I'm capable of everything). Dengan status keluarga dan tanggung jawab yang besar, pressure sudahlah ada dari orang-orang luar, justru karena situasi seperti ini aku butuh cowok yang gentleman buat protect aku.
Aku percaya bahwa Allah sudah menentukan jodoh aku jauh sebelum aku lahir. Pada dasarnya, manusia seperti kita bolehlah berkehendak, but at the end, Allah yang membuat keputusan. Jika perasaan sayang dan cinta bisa manusia ciptakan sendiri, maka aku akan penuhi expectation mereka. Aku akan membuat hatiku sendiri mempunyai perasaan sayang dan cinta kepada cowok yang berprofesi dokter dan yang punya perusahaan A, atau dari kalangan dan keluarga tertentu. Tapi inilah hidup, kadang-kadang tidak berjalan yang seperti kita inginkan. Kadang-kadang aku miris juga, dengan apa yang aku punya sekarang, justru membuat aku susah bahagia karena terlalu tingginya harapan dari orang-orang tentang standard dari pria yang pantas buat aku. Tapi, sudah aku anggap santai semua komentar-komentar itu hahaha. Yang penting, aku siap menerima apa yang Allah berikan dan takdirkan untuk aku. Aku pasrah dan berdoa untuk meminta yang terbaik. Karena cuman Allah yang tahu sebenarnya apa yang terbaik untuk hambanya sekarang dan yang akan datang. Takdir di masa depan adalah sesuatu yang tidak diketahui manusia seperti kita. Apa yang baik sekarang belum tentu baik untuk masa depan. Dan seharusnya mereka sadar akan hal itu. Sekarang, apa mereka bisa menjamin aku bisa bahagia secara batin jika menikah dengan milyuner atau dokter?.
Have I found the man? hahaha....ini menjadi pertanyaan banyak orang. Well,, it's a secret that need yet to be revealed. Biarin mereka mereka-reka. Bikin mereka penasaran juga..Dijawab pun kayaknya mereka tidak percaya
“Mirna mau cari cowok yang kayak gimana sih?”
dan aku pun berkata,
“ Apa yang Allah berikan pada aku, aku terima. Karena insya allah, itulah yang terbaik”


2 comments:
Hehe... semoga mbak mendapatkan seperti yang mbak harapkan.. dan diberikan yg terbaik oleh Nya.. Amin..
setuju mirnaaaaaaaaa
same with me :)
anythng Allah gave is the best :)
Post a Comment