
Hidup di kota kecil seperti di Probolinggo membuat 'kabar burung' melenggang bebas dari mulut ke mulut. Kota kecil dimana rata-rata orang mengenal sesamanya, membuat tidak adanya pemikiran “Mind Your Own Business!”. Aku adalah orang yang kadang-kadang tidak bisa lolos dari kabar burung itu (atau istilah nge-trend nya gossip, rumour etc). Embel-embel nama “Nawawi” sudah terlanjur nempel di diriku. Nama Nawawi memang sudah tidak asing buat warga Probolinggo. Jangankan mama, beberapa staff nawawi yang sudah lama bekerja pun sudah dikenali banyak orang khususnya loyal customers. Apalagi tahun kemarin, setelah pakde aku menjadi kandidat pencalonan walikota Probolinggo, nama keluarga semakin dikenal orang. Bukannya bermaksud sombong, cuman jika diberi pilihan, aku juga tidak mau dikenal banyak orang.
Beberapa tahun lalu misalnya, ada teman smp datang ke aku, minta undangan.
“Undangan apa?” tanyaku.
“Yaelah...Ya undangan kamu merit non tanggal 10 juni nanti di Gedung A”, kata temenku.
“Hah?!!” aku cuman bisa melongo kayak orang dongo. Ini mah sekalian lengkap ma tanggal dan tempatnya. Akhirnya aku tanya balik,
“Emang cowoknya siapa?”
“Yah aku ga tau”, dia njawab
“Aku loh ga punya calon, jadi mo merit ama sapa?”, tanyaku menjebak
“Masak sih?! Kok udah banyak yang bilang kalo kmu merit 10 juni ini”
Itu cuman salah satu diantaranya. Apa emang iya begini “nasib perempuan yang belum nikah”? Desas-desus tentang siapa calonnya terlalu sering berhembus. “Terlalu anehkah jika aku belum menikah?”. Bahkan ada yang bilang kalo aku udah hamil. Hamilnya kapan trus meritnya kapan kok bisa-bisanya ada kabar seperti itu. “Abisnya kmu rada ndut-an, jadi dipikirnya lagi hamil” begitu kata teman. Emang kalo aku gendutan artinya hamil? Wong aku rada suka makan, apalagi di Melbourne surganya makanan enak dan porsinya pun 3x porsi di sini. Ga percaya? Tanyain aja temen-temenku yang di Melbourne tentang 'eating habit' kita (hahaha).
Desas-desusnya sekarang, bahwa aku sedang menjalin hubungan ama seorang tentara berpangkat letnan satu infanteri. Memang kalo dia mampir di Probolinggo, Ardha selalu menyempatkan ketemuan ma aku secara dia orang se-geng aku sejak SMA di Surabaya dulu. Whenever we walked out together, people never stop starring at us. Awalnya risih juga aku dan rada ga enakan ma dia, tapi emang awalnya dia rada kaget dilihatin orang. He just realized, if I'm in probolinggo, I'm just not that ordinary. Selama di Surabaya, yang dia tahu yah sebatas 'mirna adalah mirna', tanpa ada embel-embel lainnya. Bahkan om aku yang tinggalnya jauh dari aku, tahu tentang kabar itu dari tetangganya. Ckckck....
Alhasil, Ardha ini pun rada 'kecipratan' oleh kabar ini. Status hubungan aku ma dia dipertanyakan danpri-nya. Danpri adalah komandan dari tiga batalyon yang berpusat di Jember. Dan Jabatan pangkat Danpri itu cukup jauh diatas Ardha yang masih berpangkat lettu. Dia rada kaget juga kenapa danpri itu menanyakan kepada komandannya si Ardha tentang sejauh mana keseriusan dia dengan aku dan memberi 'wanti-wanti' supaya tidak main-main dengan aku. Dan aku pun tidak mengenal siapa danpri itu dan agak heran juga kenapa harus 'ikut campur'. *Sigh
Kadang-kadang terlalu capek untuk meng-klarifikasi semuanya. Jika dijawab pun, mereka tidak percaya. Kan repot itu namanya?. Jadi aku lebih baik diam saja, tidak meng-iya kan dan tidak juga menolak semua kabar itu, karena sekarang aku menjaga privasi. Aku tidak ingin orang terlalu banyak tahu tentang my love life untuk meredam komentar-komentar lebih banyak lagi. Yah aku anggap saja semua itu doa, doa dari orang banyak supaya aku cepet menikah (hahaha). Seharusnya mereka berhenti bertanya kapan aku menikah dan berhenti menebak-nebak dengan siapa aku sekarang, toh pada akhirnya aku juga akan menikah. Insyaallah taun depan. Kalo engga yah, taun depannya lagi. Kalo ga jadi yah, tiga tahun lagi hahahaha. Tidak usah menebak-nebak deh, ntar tiba-tiba muncul aja di “Radar Bromo” (koran lokal Probolinggo dari Jawa Pos Group) kalau aku mau menikah, hahahaha.
Jadi sejauh mana kebenaran kabar itu? Biarin aku, keluarga dan teman-teman dekat aku yang tahu status aku sebenernya apa (single atau in relationship,atau enganged atau dengan siapa aku sedang dekat). Aku cuman belajar dari yang kemarin-marin. Ketika orang-orang memaksa aku untuk mempublikasi-kan hubungan aku dalam kondisi aku yang belum siap dan belum yakin ternyata berakhir dengan situasi yang kurang baik. Makanya, privasi aku jadikan barang yang mahal. Jika memang suatu saat nanti aku sudah yakin dengan siapapun yang jadi pilihanku, pastinya nanti aku sebarkan sendiri berita ini Kalau perlu, aku lakuin seperti orang kampanye hahahahaha. Abisnya, capek banget deh ih dengerin orang-orang, tutup telingapun masih kedengaran.
Beberapa tahun lalu misalnya, ada teman smp datang ke aku, minta undangan.
“Undangan apa?” tanyaku.
“Yaelah...Ya undangan kamu merit non tanggal 10 juni nanti di Gedung A”, kata temenku.
“Hah?!!” aku cuman bisa melongo kayak orang dongo. Ini mah sekalian lengkap ma tanggal dan tempatnya. Akhirnya aku tanya balik,
“Emang cowoknya siapa?”
“Yah aku ga tau”, dia njawab
“Aku loh ga punya calon, jadi mo merit ama sapa?”, tanyaku menjebak
“Masak sih?! Kok udah banyak yang bilang kalo kmu merit 10 juni ini”
Itu cuman salah satu diantaranya. Apa emang iya begini “nasib perempuan yang belum nikah”? Desas-desus tentang siapa calonnya terlalu sering berhembus. “Terlalu anehkah jika aku belum menikah?”. Bahkan ada yang bilang kalo aku udah hamil. Hamilnya kapan trus meritnya kapan kok bisa-bisanya ada kabar seperti itu. “Abisnya kmu rada ndut-an, jadi dipikirnya lagi hamil” begitu kata teman. Emang kalo aku gendutan artinya hamil? Wong aku rada suka makan, apalagi di Melbourne surganya makanan enak dan porsinya pun 3x porsi di sini. Ga percaya? Tanyain aja temen-temenku yang di Melbourne tentang 'eating habit' kita (hahaha).
Desas-desusnya sekarang, bahwa aku sedang menjalin hubungan ama seorang tentara berpangkat letnan satu infanteri. Memang kalo dia mampir di Probolinggo, Ardha selalu menyempatkan ketemuan ma aku secara dia orang se-geng aku sejak SMA di Surabaya dulu. Whenever we walked out together, people never stop starring at us. Awalnya risih juga aku dan rada ga enakan ma dia, tapi emang awalnya dia rada kaget dilihatin orang. He just realized, if I'm in probolinggo, I'm just not that ordinary. Selama di Surabaya, yang dia tahu yah sebatas 'mirna adalah mirna', tanpa ada embel-embel lainnya. Bahkan om aku yang tinggalnya jauh dari aku, tahu tentang kabar itu dari tetangganya. Ckckck....
Alhasil, Ardha ini pun rada 'kecipratan' oleh kabar ini. Status hubungan aku ma dia dipertanyakan danpri-nya. Danpri adalah komandan dari tiga batalyon yang berpusat di Jember. Dan Jabatan pangkat Danpri itu cukup jauh diatas Ardha yang masih berpangkat lettu. Dia rada kaget juga kenapa danpri itu menanyakan kepada komandannya si Ardha tentang sejauh mana keseriusan dia dengan aku dan memberi 'wanti-wanti' supaya tidak main-main dengan aku. Dan aku pun tidak mengenal siapa danpri itu dan agak heran juga kenapa harus 'ikut campur'. *Sigh
Kadang-kadang terlalu capek untuk meng-klarifikasi semuanya. Jika dijawab pun, mereka tidak percaya. Kan repot itu namanya?. Jadi aku lebih baik diam saja, tidak meng-iya kan dan tidak juga menolak semua kabar itu, karena sekarang aku menjaga privasi. Aku tidak ingin orang terlalu banyak tahu tentang my love life untuk meredam komentar-komentar lebih banyak lagi. Yah aku anggap saja semua itu doa, doa dari orang banyak supaya aku cepet menikah (hahaha). Seharusnya mereka berhenti bertanya kapan aku menikah dan berhenti menebak-nebak dengan siapa aku sekarang, toh pada akhirnya aku juga akan menikah. Insyaallah taun depan. Kalo engga yah, taun depannya lagi. Kalo ga jadi yah, tiga tahun lagi hahahaha. Tidak usah menebak-nebak deh, ntar tiba-tiba muncul aja di “Radar Bromo” (koran lokal Probolinggo dari Jawa Pos Group) kalau aku mau menikah, hahahaha.
Jadi sejauh mana kebenaran kabar itu? Biarin aku, keluarga dan teman-teman dekat aku yang tahu status aku sebenernya apa (single atau in relationship,atau enganged atau dengan siapa aku sedang dekat). Aku cuman belajar dari yang kemarin-marin. Ketika orang-orang memaksa aku untuk mempublikasi-kan hubungan aku dalam kondisi aku yang belum siap dan belum yakin ternyata berakhir dengan situasi yang kurang baik. Makanya, privasi aku jadikan barang yang mahal. Jika memang suatu saat nanti aku sudah yakin dengan siapapun yang jadi pilihanku, pastinya nanti aku sebarkan sendiri berita ini Kalau perlu, aku lakuin seperti orang kampanye hahahahaha. Abisnya, capek banget deh ih dengerin orang-orang, tutup telingapun masih kedengaran.
Sadly...They see or they don't see, they still do judge.
(mirna)
(mirna)


5 comments:
wahh mbaknya orang terkenal toh rupanya *ngomongnya koyo' wong ndeso* hehehehe ....
Iya, pasti orang bakalan nge-judge apapun yang orang lain lakukan, walaupun itu bener, atau salah ... kalo bener dicibir, kalau salah tambah lebih dipersalahkan ... haahh ... that's life ... apalagi hidup di Indonesia
wekekekekek...
sama dunk setiap pulang kampung saia juga suka digosipin
susah ya...kalo hidup di kota kecil
huehehehe...nikmati aja mir..biar aja para tetangga yg repot...yg penting kita gak ikutan repot.. ;P
Memang di probolinggo sini orangnya emang gitu mbak, dengar dikit aja langsung nyrocos sak ember seenaknya aja padahal dia hanya dengar dari katanya ini dan katanya itu aja, kebangetan kan?!!
Bahkan yang paling lucu nih yang pernah aku denger terjadi di Pajarakan. Disini kan lagi trend-trendnya olahraga apalagi kemaren pas demam Voli Proliga dari Sampoerna Hijau di tipi-tipi tuh.
Nah, remaja di Pajarakan sono tuh juga terjangkit virus Voli ini sampai-sampai para ibu disana juga ikut kegatelan lihatnya, alhasil baik remaja dan ibu-ibu campur baur jadi satu main Voli, tentu saja kostum (bajunya) kan milih yang simpel dan agak ketat gitu agar bisa bebas bergerak kesana kemari.
Lah, yang bikin lucu tuh hal ini malah dilaporin ke M.U.I yang katanya menyebarkan hal-hal yang nggak senonoh ke masyarakat sekitar, lucu banget kan??
Dan yang paling lucu nih ada lagi mbak. Habib NN (sapa katanya aku nggak seberapa tahu namanya) sampai turun ke lokasi guna menghentikan kegiatan olah raga tersebut,hahaha.....
Mentang-mentang sok alim tapi malah malu-maluin, hari gini masih mempermasalahkan hal seperti itu???
Kurang kerjaan banget kan mbak....
Salam kenal dari sesama warga Prolink.
Boleh nggak nih kita tukeran link??
Aku bener-bener nggak nyangka nih setelah aku baca postingan yang lalu ternyata kamu "mantan-nya" Sonda yah???
Jadi inget nih kenangan waktu SMA dulu. Waktu pertama kali baru mengenal Sonda di SMA 1 Kraksaan sekitar tahun '99 pertamanya dia nggak dipanggil Sonda tapi Aldo, anaknya putih, supel dan mudah bergaul dengan yang lain tanpa pilih-pilih.
Begitu juga dengan Asri yang orangnya item polos dan gaul abis gitu, pokoknya kalau mereka berdua udah kumpul pasti heboh banget deh apalagi pas ada cewek lewat didepan mereka...wuiiiih sampek nggak bisa merem melek tuh mata kayak konsleting...
Tapi sayang semenjak lulus SMA aku jarang ketemu dengan mereka, terutama si Sonda yang katanya lulus ujian masuk AKMIL dan setelah itu kabar terbaru yang sempat aku dengar katanya sih si Sonda sekarang ditugaskan di Bali sono (Pulau Dewata bro....) makin jadi deh sifat playboy-nya,hehe...
Kalo si Asri kadang-kadang masih ketemu karena anaknya emang suka ngeluyur nggak ada tujuan gitu.
Ada juga cewek mantannya Sonda yang namanya Wirawati (Ira), kabarnya dia sekarang kerja di Surabaya jadi SPG-nya handphone Samsung.
Selain Sonda ada lagi tuh 1 playboy cap kacang Garuda hehe...
Si Baskoro yang dari patokan tuh, tentunya Mirna kenal juga kan ama anak yang satu ini???
Face-nya mirip dengan Bertrand Antolin tapi sayang dia "kere" dan sering ceplas-ceplos nggak karuan kalo ngomong, ceweknya juga lumayan banyak tuh...
Kabarnya dia udah berkeluarga dan punya 2 anak serta tinggal di Jakarta sono.
Wah komen-nya jadi kepanjangan nih nggak terasa jadi keenakan cerita kenangan waktu SMA dulu...
Kenangan memang nggak mungkin bisa dilupakan tapi dengan kenangan juga kita bisa belajar untuk hidup lebih baik lagi...
hei hei hei mirna ndut...
emangnya kamu ini gula yah jadi kemana mana org ngomongin kamu katanya anak nya manis ..... benarkah itu mir.... kenalan ma kita2 aja mir . dijamin mulutnya ngak ember
Post a Comment