Showing posts with label love Story. Show all posts
Showing posts with label love Story. Show all posts

Monday, October 15, 2012

Sebuah Catatan Pintu

Aku duduk. Begitu lama termenung memandangi pintu. Haruskah kukunci pintu itu kembali?. Aku tidak tahu apa yang ada diluar sana. Semilir angin yang menyejukkan. Atau mungkin, puliran angin tornado yang mengacak-acak tempat aku berlindung.

Ah, cinta. Aku mulai merasakan takut untuk menerimamu kembali. Andaikan hanya engkau yang datang, tentu saja aku tidak keberatan untuk membukakan pintu. Tapi, aku tidak menyukai jika ada penyusup yang diam-diam masuk bersamamu. Rasa sakit.

Aku akan menyembuhkanmu. Begitu janjimu. Sebuah pengharapan manis untuk awal perjalanan baru.

Tatapan mataku kosong, berapa bintang yang hendak kamu beri?. Itu keraguanku.

Awalnya, kubuka pintu perlahan . Untuk mengundangmu masuk, cinta.

Namun sekarang, aku menyadari. usahlah berteman dengan cinta, jika ku takut sakit. Karena cinta dan sakit semuanya harus diterima dalam satu paket.

Buy one love get one pain for free.

Aku beranjak dari tempat ku duduk. Perlahan mendekati pintu untuk......(the end)

Sunday, June 3, 2012

Pilihan Kedua


Kuberi tahu kamu satu rahasia. Satu rahasia yang sederhana.
Perempuan….
Sebenarnya kamu adalah pilihan kedua.
 
****
“Pikirkan sekali lagi. Apakah kamu berubah pikiran?”, kata pria itu. Sepuluh bulan lalu.

Saya diam. Bukannya saya tidak tahu harus menjawab apa. Tapi, saya jijik mendengar pertanyaannya.

“ Jika kamu merasa ini bisa diperjuangkan. Hubungan kita. Aku akan tinggalkan dia”, Pria itu berusaha meyakinkan saya. “ Karena aku ingin segera menikah”.  lanjutnya

“ Bukannya kamu sudah menjalin hubungan dengan dia.”, kataku. 

Dia terdiam.

***
Dunia memang terbalik sangat cepat ya, Perempuan. Dulu seakan kamu diatas segalanya. Ketika saya meminta dengan baik-baik untuk menjauhinya. Kamu pun menjawab, “ Selama dia nyaman jalan dengan saya. Dan saya nyaman jalan sama dia. Kenapa saya harus melepaskannya?”.

Tapi harus kuakui memang. Perkataanmu malah membuatku lega. Aku melepaskan pria-ku untuk perempuan yang hmm…bagaimana mengatakannya. Bahwa setidaknya saya masih lebih menghormatimu sebagai perempuan walaupun kamu adalah pihak ketiga dalam hubungan saya. Pernah bukan saya bilang bahwa saya tidak menyalahkan kamu mempunyai perasaan terhadap pria yang saat itu masih mempunyai ikatan terhadap saya? Bagaimana saya bisa menyalahkan segenap perasaan cinta pemberian dari Tuhan? Bagaimana saya bisa menyalahkan perasaan yang, sebagai manusia kita tidak bisa mengontrolnya?

Tapi, seperti itulah response dari dirimu, perempuan. Sedikitpun kamu tidak memberi ruang waktu bagi saya dan dia untuk mengevaluasi kembali hubungan kami.

Saya mundur. Karena saya merasa menjadi penghalang antara kalian.
Saya mundur. Karena saya tidak mau dijadikan pilihan.


***


“ Lima hari lagi. Tolong temuin aku yah disini. Di Pantai Putih”. Begitu pesan sms priamu sembilan bulan lalu. Lima hari lagi yang dimaksud adalah hari ulang tahunnya. Saya tidak menjawab. Saya bertanya dalam hati, “kemana perempuanmu? Kenapa engkau tidak memintanya untuk datang?”

Dan pada ketika harinya.

“ Dimana kamu? Kamu kesini kan? Aku disini”. Begitu sms priamu.


" Maaf. aku ga bisa. Banyak urusan". Sebuah penolakan halus dari saya.


***
 

Waktu diantaranya. Dia pernah mengirimkan sms bertuliskan 'I love you". Tapi, jangan kuatir perempuan. Tidak saya tanggap. Padahal dia sudah menjadi kekasihmu.




Perempuan, aku masih menghormatimu. Disaat engkau sebagai pihak ketiga. Disaat engkau sebagai kekasihnya.

Aku diam. Tidak mendendam
Karma ada. Aku percaya.

Tuhan Maha Baik. Memisahkan aku dari yang tidak baik.

Masihkah aku mencintanya? Aku menggelengkan kepalaku.
Pria itu. Separuh pun tidak seperti yang aku kira.

Perempuan. Kamu memang bukan pilihan kedua lagi.
Sekarang kamu adalah prioritasnya.
Ahhh.. Prioritas pertamanya…
Suatu saat akan ada ‘prioritas kedua’, ‘ketiga’, ‘keempat’ dan seterusnya………





mysign



Thursday, May 17, 2012

Jodoh dan Misterinya


Ketika kamu bertemu seseorang pertama kalinya. Pernah tidak pada saat itu kamu merasa yakin bahwa dia adalah jodoh kamu?

Well, saya pastinya belum pernah mengalami hal seperti itu. Dan saya pun tidak tahu apa nantinya bakal “love at the first sight” atau butuh berkali-kali bertemu untuk memastikan bahwa dia adalah jodoh saya.

Layaknya orang lain, saya pun mempunyai favorit khusus dari pria yang mungkin bisa buat saya jatuh hati. Kriteria pintar, humble, dan kepribadian yang baik serta mengenal dekat dengan Sang Penciptanya. Pastinya itu kriteria-kriteria itu paling penting. Tapi saat ini, saya tidak membicarakan kriteria itu. Saya ingin berbicara tentang kertertarikan fisik.

Bukan bermaksud racist. Tapi saya merasa bahwa (mungkin saja) jodoh saya adalah orang jawa. Mungkin karena saya sendiri juga orang Jawa. Entahlah ada apa dengan pria jawa. Kadang-kadang saya juga merasa jodoh saya adalah pria tinggi berbadan tegap.  Tidak terlalu tampan. Tetapi juga paras yang tidak mengecewakan.

Dia, pria yang pendiam. Berambut sedikit bergelombang. Berkulit tidak terlalu putih.

Seorang Ibu menceritakan tentang anak laki-lakinya terhadap saya. Dia, empat tahun lebih tua daripada saya. Kemudian Ibu itu menyodorkan photo pria itu. Persis. Fisik pria itu seperti yang ada dipikiran saya. Saya diam lama menatapi poto itu. Pria dengan senyum merekah yang penuh dengan kehangatan. Secara terbesit, hati saya berbicara. Jika saya bertemu dia, mungkin saja menjadi ‘love at the first sight’ saya. Dan dia (mungkin) jodoh saya.

Namanya Baskoro. Jawa sekali bukan. Saya menyukai nama itu. Artinya Matahari dalam Jawa. Sepadan dengan nama saya, Wulandari. Yang artinya bulan dalam bahasa Jawa.

Tapi sayang sekali. Kenapa?. Kemudian Ibu itu melanjutkan bahwa enam bulan yang lalu.. Putra kesayangannya, Baskoro passed away. Karena sakit. Ibu itu menitikkan air matanya kembali. Seperti masih tidak ikhlas ditinggal pergi terlebih dulu oleh anaknya.

Saya pun memandang kembali photo Baskoro. Saya belum pernah bertemu dia. Tapi entah, saya merasa sudah mengenalnya lama. Wajah dia sangat familiar sekali. Jika memang reinkarnasi itu ada, mungkin dikehidupan dulu.. saya dan sosok Baskoro pernah dekat satu sama lain.

Pagi yang indah ditemani dengan secangkir teh hangat, ketika menulis postingan ini. Dan ini hanyalah imajinasi pemikiran saya.
mysign

Wednesday, February 16, 2011

Bukan Lagi tentang Cinta

Post yang satu ini sebenernya copy paste dari notes milik salah satu temen di facebook aku, Alisa. Aku yakin banget banyak cerita yang sama diluar sana. dan aku ingin berbagi salah satunya. Berikut Kutipan dari facebook's notenya Alisa:

Love is blind ...
Sebuah quotes yg terkesan common dan kuno khan?, tp yah itulah yg tiba2 terbersit d benakku menghadapi kisah hidup salah satu sahabat dekatku ... Bukan bermaksud membuka aib seseorang, sungguh aku menyayanginya, tp dgn kisahnya ini aku pikir bs jadi pelajaran bagi qta - kaum perempuan.

Sebut saja namanya Vanya, dya salah satu sahabat baikku yg menurutku cukup sempurna, cantik, menyenangkan dan klopun aku boleh memberi nilai subyektifitasku angka 8++, aku berikan untuk scoringku terhadapnya. Dya terlibat hubungan cinta dengan seorang laki2 yg belakangan baru dya tahu bahwa laki2 itu sudah beristri, bahkan memiliki anak yg usianya saja blm genap 1 tahun. Tapi semuanya sudah terlanjur, Vanya sudah mengandung dari laki2 tersebut. Dan tdk ingin membebaninya dgn dosa lain, dya memutuskan untuk melahirkan dan merawat si baby ini. Segala resiko sudah dya tanggung, menjadi istri yg disembunyikan (sungguh istilah umum dr ini aku tak sanggup menuliskannya krn dya masih sahabat dekatku).

Bayi kecilpun lahir, tanpa keluarganya tahu, hanya aku dan satu orang sahabatku lagi. Terakhir aku menemuinya, sungguh secara materi dya tdk kekurangan, bahkan terlampau tercukupi tp secara mental aku tahu dya sangat tertekan. Siapa yg mau menjadi ke 2??, perempuan mana yg rela berbagi segalanya dgn perempuan lain?.Menjadi yg ke-2, its suck!, tp itulah yg harus dya terima, menjadi "yang disembunyikan".



Klopun qta berbicara penyesalan, toh semua sudah terlambat, takdir sudah berjalan dan wktu tdk akan pernah kembali. Yang menjadi perhatianku adalah baby kecil ini, secara hukum, dya hanya memiliki akta sebagai anak Ibu, Pengakuan sebagai anak biologispun blm tentu bs dya dpt saat ini, blm lagi secara psikis dya akan melihat kondisi papa-nya yg tdk akan bs lihat secara utuh dan wajar. Karena tentulah keluarga-istri dan istri sahnyalah yg lebih mendapatkan waktu dan perhatian lebih banyak dibandingkan Vanya dan si kecil ...

Pengakuan d depanku Vanya mengatakan cukup tegar dan sanggup menerima kondisi seperti saat ini, menjadi yg k2, yg selalu harus mengerti bahwa waktu dgn "suami"nya hanya sepertiga dari 24 jam waktu dlm sehari, bahwa akan sangat sulit baginya mengatakan d depan publik bahwa "ada aku dan anakku" ...

Sepaham-pahamnya dya sebagai yang k2, Vanya adalah tetap seorang Vanya-perempuan dgn segala sifat keperempuannya, cemburu, sakit, menangis dan butuh "diakui" meskipun hanya untuk anaknya saja. Dya menangis, Dya Rapuh tapi dya bingung harus seperti apa dan bagaimana. Sudah ada bayi kecil dalam hidupnya, yg semuanya menjadi simalakama klo dya akan melangkah. Sampai pengakuan Vanya membuatku berpikir bahwa Love is Blind ... Vanya sudah terlanjur mencintai (mati) sang laki2, bahkan klopun tdk sampai dinikahi dya rela, dan tdk akan menikah lagi sampai kapanpun, asal mereka b3 selalu bersama ...



Dear kmu, yg kutulis sebagai Vanya disini ... Ini bukan lagi ttg sebuah cinta mati dan pengorbanan sayang ... Bukan lagi hanya tentang kmu dan laki2mu ... Tp ini tentang si kecil yg sudah lahir dari rahimmu, masa depan darah dagingmu. Pernah terpikirkah olehmu ketika nantinya dya tumbuh dewasa dan harus menelan kenyataan bahwa dya adalah seorang anak Ibu?, pernahkan kmu berpikir rasa ketidakpercayaan diri yg diterimanya begitu dya menyadari bahwa Ibunya hanyalah seorang istri ke2 yg harus terus menerus mengalah dan mengerti bahwa dya adalah istri yg tdk akan d akui d publik?, atau pernahkan kmu menyadari bahwa tdk menutup kemungkinan, laki2mu akan meninggalkanmu dan si kecilmu demi keutuhan rumah tangganya?? ---> jangan blg tdk mungkin, krn segalanya akan menjadi mungkin bukan?

Tapi semua terserahmu, aku hanyalah bagian d luar lingkaran masalah pribadimu, aku hanya t4mu menangis dan menampung segala keluh kesahmu tapi aku minta bercerminlah : lihatlah bahwa ada seorang wanita disana, seorang Ibu yang terlalu berharga untuk mendapat perlakuan seperti saat ini ... Wake up darling!, kmu dan si kecil layak untuk mendapatkan kehidupan yg jauh lebih baik dari hanya sekedar menjadi "Yang Disembunyikan" ...

PS : jujurlah pada hatimu sendiri, dengarkan suara hatimu ... Kehidupan inikah yang kamu inginkan, untukmu dan untuk anakmu???


mysign

Tuesday, January 25, 2011

Love is colorblind

Di post kali ini, aku lagi ingin "ngomongin" orang. tapi bukan ngomongin yang jelek yahh.... tapi ngomongin betapa hebatnya pasangan ini. Kenapa aku bilang hebat? karena mereka sangat berbeda dari latar belakang agama, budaya dan bangsa. Udah lumrah kali kalo kita melihat ada bule punya pacar asia. Tapi yang ini benar-benar beda. One in a million.

The woman is my best friend in melbourne. Namanya Devi Gunawan, asal Jakarta dan dia orang chinese, beragama katolik. Sedangkan.. Cowoknya orang India (Putih n cakep hehehe.....) --> bisa dijitak ama depi. dan dia beragama Islam. Namanya Irfan Peerzada.



Mereka pun ketemu di dunia maya. Zaman dulu , taon 2003an Friendster lebih dulu terkenal. jadi mereka kenal dari sana. Waktu itu irfan di sydney. Jadi setelah hubungan lewat friendster, mereka saling tuker nomer hp beberapa bulan memutuskan untuk "kopi darat". awalnya aku, dia dan temen2 sempet panik. Gimana kalo cowok ini ga bener? akhirnya waktu mereka janjian ketemu untuk pertama kalinya, Temen-temen dan aku pada ngikutin diem-diem dari belakang. Memang janjian ketemunya di public place. Waktu itu disekitar Crown Casino... masih inget pas dulu kita mengendap-endap kayak detekftif dibelakang depi n irfan.

Makin hari, mereka makin deket. Aku sedikit ngasih warning ma depi. Walaopun secara aku islam dan depi katolik, aku tetep ngasi saran kalo dia berhubungan pasti susah karena ga seagama. Waktu itu dia menyangkal kalo ini cuman maen-maen. Pada akhirnya, si depi bilang ke aku, "I love him so much".... and the journey begun...

Suatu ketika, si depi bilang ke aku, "Gimana kalo gw masuk Islam?".
Trus aku bilang, "lo tetep katolik ato lo masuk Islam, ga akan ada bedanya buat gw. because I like ur personality. I love u as my friend. Nothing can change that. I respect you in many ways. semuanya keputusan ada di kmu, and as my ur friend..my only duty is to support you".

Aku tidak akan bilang kalo jalan mereka cukup gampang. Karena banyak perbedaan, mulai dari agama, ras dan bangsa.. memacu konflik di sekitar keluarga mereka. Tapi syukur saja,,, semuanya berakhir dengan happy ending. Yang paling bikin aku salut adalah mamanya depi. Mamanya bilang, "Devi cuman titipan dari Tuhan. Belum tentu juga jika depi nikah ama pria yang sama-sama chinese dan beragama sama, devi akan mempunyai kebahagian seperti sekarang".....--->aduh tantee.... bikin aku terharu.... begitu besar hatinyaa.....

Now,,, they are married and expecting a babyy!!! kita semua pada penasaran gimana nanti muka babynya... campuran antara chinese and india..pasti cute. I wish them lived happily ever after



mysign