Thursday, March 31, 2022


Lebih baik berada di posisi biasa saja. ketika orang tidak banyak melihat. Iya aku belajar bahwa semakin besar tanggung jawab dan posisi, semakin terbuka oleh criticism.

Pernah kamu bertanya? 
apa kendalamu hari ini? 
apa kamu baik baik saja?
please, come if you need me 

those words, I need it so much. but it never come out from your mouth.
I will never feel good enough
Gosh, I am not feeling okay







mysign

Monday, September 30, 2013

Alone

This feeling tonight is so familiar. The feeling brought me back to 2.5 years ago. Loneliness. I was so trapped within. My past was so destructive. It created sense of huge insecurity. Betrayal. I remember the pain caused by it. Up to now, I was struggling to trust. I am so fragile, inside. And yet, no one realised how depth it is. 

I feel I am not worth enough to keep. Dear god, I don't wanna have this feeling anymore. I'm hurt. I did move on. But why the scar reminds. No. There is no room for past love anymore. What I have now is feeling disgusting to that creature. 

I feel lonely. No one here to stay. No one here to call. Just to say that I'm the priority. Not the second things to do. I'd rather be quite. Keep it to my self. I live for me. I belong to me. My heart is my only possession 

Saturday, September 28, 2013

Feelin little low

Have you ever felt being underestimated? Have you ever received constant criticisms? And people keep telling me I can't do this, I can't do that. It doesn't really affect me. Initially. But it keeps mounting..and adding to the point where I doubt my self. 

This is the hardest battle. That I am struggling to convince myself that I'm good enough. Pardon my French, those people are being pain in my ass. I don't know what is wrong with them. Never ending judging me, well yeah...as if they were perfect. *perfect-my-ass*. 

If they do good on doing  their job, I would have opened for construction criticism. But that's not the case. They are not so great doing their job, and they judging every step that I take. I mean, mind your own business. I have never involved and being so opinionated on what they do. 

" you won't succeed. What u do won't work out". Those words that came out from  their mouth playing over and over again in my mind like a broken record.

I am not feeling rise n grind now .... 

Monday, October 15, 2012

Sebuah Catatan Pintu

Aku duduk. Begitu lama termenung memandangi pintu. Haruskah kukunci pintu itu kembali?. Aku tidak tahu apa yang ada diluar sana. Semilir angin yang menyejukkan. Atau mungkin, puliran angin tornado yang mengacak-acak tempat aku berlindung.

Ah, cinta. Aku mulai merasakan takut untuk menerimamu kembali. Andaikan hanya engkau yang datang, tentu saja aku tidak keberatan untuk membukakan pintu. Tapi, aku tidak menyukai jika ada penyusup yang diam-diam masuk bersamamu. Rasa sakit.

Aku akan menyembuhkanmu. Begitu janjimu. Sebuah pengharapan manis untuk awal perjalanan baru.

Tatapan mataku kosong, berapa bintang yang hendak kamu beri?. Itu keraguanku.

Awalnya, kubuka pintu perlahan . Untuk mengundangmu masuk, cinta.

Namun sekarang, aku menyadari. usahlah berteman dengan cinta, jika ku takut sakit. Karena cinta dan sakit semuanya harus diterima dalam satu paket.

Buy one love get one pain for free.

Aku beranjak dari tempat ku duduk. Perlahan mendekati pintu untuk......(the end)

Sunday, September 2, 2012

Saya Percaya. Kamu?


Saya percaya bahwa Tuhan menciptakan perbedaan untuk alasan yang indah.
Saya percaya kita mampu memberi tanpa mengharap untuk kembali.
Saya percaya suatu saat nanti kita berhenti membicarakan orang karena kita juga tidak sempurna
Saya percaya jika kita tidak ramah kepada alam, kita akan punah
Saya percaya bahwa kita harus hentikan perburuan liar, karena binatang tercipta untuk menunjukkan kita manusiawi.

Saya percaya kita tidak akan pernah merasa pintar, karena ilmu dan pengetahuan selalu bertambah.
Saya percaya bahwa memakai helm saat berkendaraan roda dua itu penting, sekedar menunjukkan Tuhan bahwa kita menghargai nyawa pemberianNya
Saya percaya bahwa kita harus hati-hati berkendara lalu lintas, untuk menjaga diri sendiri dan nyawa orang lain.

Saya percaya bahwa kita tidak boleh berhenti berbuat baik, supaya karma tidak menampar wajah kita
Saya percaya kita tidak meracuni tubuh kita dengan minuman keras dan narkotik, orang buta dan orang yg hidup tanpa tangan kaki ingin kesempurnaan tubuh yg kita punya.
Saya percaya jika Thomas Edison tidak menciptakan lampu, kita hidup dalam gelap.

Saya percaya jika golongan pemuda tidak mendesak Soekarno Hatta, kemerdekaan tidak tecicipi
Saya percaya perdamaian lebih baik daripada perang
Saya percaya jika Neil Armstrong tidak menginjakkan kaki di bulan, manusia hanya berimajinasi tanpa mewujudkan

Saya percaya hidup harus diiisi dengan harapan positif, karena harapan adalah kekuatan untuk bertahan
Saya percaya bahwa Indonesia perlu mempunyai "Father's Day"
Saya percaya jika perokok berpikir tidak bisa berhenti merokok, dokter pun tidak mampu menyembuhkan paru-paru yang rusak.
Saya percaya bahwa cinta mengalahkan segalanya
Saya percaya seorang pria membutuhkan dua wanita hebat. Ibu dan istrinya.


Kamu. Apa yang kamu percaya?


mysign

Monday, June 11, 2012

Be Bold, Be Brave



Sometimes we need to make a bold decision.
Sometimes we need to take a high road.
We need to get out of comfort zone.
Because the most happiness you could have is a freedom to choose.

Problems.
Barriers.
Obstacles.
God do not give them without reasons.
God will not give us anything that we could not handle.
These ‘talents’ that we have, sometimes it takes the hard way
For us to believe it.

Therefore. Problems. Barriers. Obstacles.
They don’t act as cause. They act as proofs.

We must take a risk from something we believe in
Just to see, if we fly higher… we could enjoy more beautiful scenery
Although the risk is, the higher we fly, and we fell…then the deeper the wound is

We always have choices.
Which one is worth it? It’s your call.
Just be smart to pick the battle.
mysign

Sunday, June 3, 2012

Pilihan Kedua


Kuberi tahu kamu satu rahasia. Satu rahasia yang sederhana.
Perempuan….
Sebenarnya kamu adalah pilihan kedua.
 
****
“Pikirkan sekali lagi. Apakah kamu berubah pikiran?”, kata pria itu. Sepuluh bulan lalu.

Saya diam. Bukannya saya tidak tahu harus menjawab apa. Tapi, saya jijik mendengar pertanyaannya.

“ Jika kamu merasa ini bisa diperjuangkan. Hubungan kita. Aku akan tinggalkan dia”, Pria itu berusaha meyakinkan saya. “ Karena aku ingin segera menikah”.  lanjutnya

“ Bukannya kamu sudah menjalin hubungan dengan dia.”, kataku. 

Dia terdiam.

***
Dunia memang terbalik sangat cepat ya, Perempuan. Dulu seakan kamu diatas segalanya. Ketika saya meminta dengan baik-baik untuk menjauhinya. Kamu pun menjawab, “ Selama dia nyaman jalan dengan saya. Dan saya nyaman jalan sama dia. Kenapa saya harus melepaskannya?”.

Tapi harus kuakui memang. Perkataanmu malah membuatku lega. Aku melepaskan pria-ku untuk perempuan yang hmm…bagaimana mengatakannya. Bahwa setidaknya saya masih lebih menghormatimu sebagai perempuan walaupun kamu adalah pihak ketiga dalam hubungan saya. Pernah bukan saya bilang bahwa saya tidak menyalahkan kamu mempunyai perasaan terhadap pria yang saat itu masih mempunyai ikatan terhadap saya? Bagaimana saya bisa menyalahkan segenap perasaan cinta pemberian dari Tuhan? Bagaimana saya bisa menyalahkan perasaan yang, sebagai manusia kita tidak bisa mengontrolnya?

Tapi, seperti itulah response dari dirimu, perempuan. Sedikitpun kamu tidak memberi ruang waktu bagi saya dan dia untuk mengevaluasi kembali hubungan kami.

Saya mundur. Karena saya merasa menjadi penghalang antara kalian.
Saya mundur. Karena saya tidak mau dijadikan pilihan.


***


“ Lima hari lagi. Tolong temuin aku yah disini. Di Pantai Putih”. Begitu pesan sms priamu sembilan bulan lalu. Lima hari lagi yang dimaksud adalah hari ulang tahunnya. Saya tidak menjawab. Saya bertanya dalam hati, “kemana perempuanmu? Kenapa engkau tidak memintanya untuk datang?”

Dan pada ketika harinya.

“ Dimana kamu? Kamu kesini kan? Aku disini”. Begitu sms priamu.


" Maaf. aku ga bisa. Banyak urusan". Sebuah penolakan halus dari saya.


***
 

Waktu diantaranya. Dia pernah mengirimkan sms bertuliskan 'I love you". Tapi, jangan kuatir perempuan. Tidak saya tanggap. Padahal dia sudah menjadi kekasihmu.




Perempuan, aku masih menghormatimu. Disaat engkau sebagai pihak ketiga. Disaat engkau sebagai kekasihnya.

Aku diam. Tidak mendendam
Karma ada. Aku percaya.

Tuhan Maha Baik. Memisahkan aku dari yang tidak baik.

Masihkah aku mencintanya? Aku menggelengkan kepalaku.
Pria itu. Separuh pun tidak seperti yang aku kira.

Perempuan. Kamu memang bukan pilihan kedua lagi.
Sekarang kamu adalah prioritasnya.
Ahhh.. Prioritas pertamanya…
Suatu saat akan ada ‘prioritas kedua’, ‘ketiga’, ‘keempat’ dan seterusnya………





mysign



Thursday, May 17, 2012

Jodoh dan Misterinya


Ketika kamu bertemu seseorang pertama kalinya. Pernah tidak pada saat itu kamu merasa yakin bahwa dia adalah jodoh kamu?

Well, saya pastinya belum pernah mengalami hal seperti itu. Dan saya pun tidak tahu apa nantinya bakal “love at the first sight” atau butuh berkali-kali bertemu untuk memastikan bahwa dia adalah jodoh saya.

Layaknya orang lain, saya pun mempunyai favorit khusus dari pria yang mungkin bisa buat saya jatuh hati. Kriteria pintar, humble, dan kepribadian yang baik serta mengenal dekat dengan Sang Penciptanya. Pastinya itu kriteria-kriteria itu paling penting. Tapi saat ini, saya tidak membicarakan kriteria itu. Saya ingin berbicara tentang kertertarikan fisik.

Bukan bermaksud racist. Tapi saya merasa bahwa (mungkin saja) jodoh saya adalah orang jawa. Mungkin karena saya sendiri juga orang Jawa. Entahlah ada apa dengan pria jawa. Kadang-kadang saya juga merasa jodoh saya adalah pria tinggi berbadan tegap.  Tidak terlalu tampan. Tetapi juga paras yang tidak mengecewakan.

Dia, pria yang pendiam. Berambut sedikit bergelombang. Berkulit tidak terlalu putih.

Seorang Ibu menceritakan tentang anak laki-lakinya terhadap saya. Dia, empat tahun lebih tua daripada saya. Kemudian Ibu itu menyodorkan photo pria itu. Persis. Fisik pria itu seperti yang ada dipikiran saya. Saya diam lama menatapi poto itu. Pria dengan senyum merekah yang penuh dengan kehangatan. Secara terbesit, hati saya berbicara. Jika saya bertemu dia, mungkin saja menjadi ‘love at the first sight’ saya. Dan dia (mungkin) jodoh saya.

Namanya Baskoro. Jawa sekali bukan. Saya menyukai nama itu. Artinya Matahari dalam Jawa. Sepadan dengan nama saya, Wulandari. Yang artinya bulan dalam bahasa Jawa.

Tapi sayang sekali. Kenapa?. Kemudian Ibu itu melanjutkan bahwa enam bulan yang lalu.. Putra kesayangannya, Baskoro passed away. Karena sakit. Ibu itu menitikkan air matanya kembali. Seperti masih tidak ikhlas ditinggal pergi terlebih dulu oleh anaknya.

Saya pun memandang kembali photo Baskoro. Saya belum pernah bertemu dia. Tapi entah, saya merasa sudah mengenalnya lama. Wajah dia sangat familiar sekali. Jika memang reinkarnasi itu ada, mungkin dikehidupan dulu.. saya dan sosok Baskoro pernah dekat satu sama lain.

Pagi yang indah ditemani dengan secangkir teh hangat, ketika menulis postingan ini. Dan ini hanyalah imajinasi pemikiran saya.
mysign

Monday, May 14, 2012

Senyum


Kali ini ijinkan saya mencantum puisi indah dari penulis Teguh Puja. Diambil dari blognya




Senyum


Untukmu yang tak lagi bisa kulihat senyumnya.
Untukmu yang tak lagi hadir dalam ruang dan jarak yang menjangkau kita untuk bersama.
Aku tersenyum.

Begitu lembut ketika membaca setiap rasa yang kau bagi dalam ‘ruang’ yang kau buat sendiri di ‘dunia’mu itu, sesuatu yang sederhana, namun begitu manis kurasakan. Aku memang tidak bisa sekali pun menggapaimu dalam ruang yang sama, meski begitu, dengan keistimewaanmu kamu tetap izinkan lagi sesosok hangat dirimu dalam pikiranku. Mengingatkanku tentang hangat dan cerianya wajahmu. Mengingatkanku tentang senja yang pernah kita habiskan bersama.

Kamu tahu,  satu kali kita pernah berjanji untuk tetap menyambung kasih itu dengan cara apa pun yang kita bisa lakukan.
Bukan dalam bentuk sebuah pesan singkat yang mungkin kita lakukan untuk sekedar memberi tahu masing-masing keadaan kita. Tapi dengan tetap memberikan ‘rasa’ itu dalam ‘ruang’ yang sama-sama kita sudah sepakati sebelumnya.

Menulislah dan tetap menulis. Dan kita akan tetap saling mengetahui. Meski kita berada dalam jarak yang sangat jauh. Meski kita berada dalam tempat yang tidak lagi sanggup kita jangkau.
Untukmu yang tak lagi bisa kulihat senyumnya.

Ada banyak hal yang ingin kubagi kepadamu. Tentang segala sesuatu yang kini sedang kukerjakan dan tentang betapa bersemangatnya aku menjalani detik per detiknya. Benar katamu, satu hari kita mungkin akan benar-benar merindu satu sama lainnya, meski segala sesuatu yang ada di dunia ini hadir melengkapi perjalanan yang kujalani sekarang.
Untukmu yang sungguh kurindukan.

Adalah memang benar ia, spasi yang menjelma ‘jarak’, adalah teman yang baik. Pelan-pelan aku tahu, jarak mengajari kita, bahwa sesuatu yang indah akan tetap indah, baik ketika dilihat dari jauh maupun ketika dilihat dari dekat. Pelan-pelan aku sadar, jarak mengajari kita untuk melihat segala sesuatunya utuh, memaknai segala sesuatunya dengan tepat, dan mengajarkanku untuk memutuskan sesuatu atas pertimbangan yang matang. ‘Jarak’ mengajarkan kita ketabahan. Mengajari kita agar kita tetap dewasa memaknai hari.

Mengingatkan lagi kepada kita tentang arti tanggung jawab. Mengingatkan lagi kepada kita tentang arti saling merindu.
Untukmu yang kini hadir. Dengan ‘keistimewaan’mu.
Aku tahu kamu akan selalu ada. Dengan caramu. Selalu begitu.

Thursday, May 10, 2012

......Angan





Siapa kamu? Berhentilah diam. Ada aku disini. Tuhan, tolong bangunkan.

Iya aku bisa membayangkan hebatnya perasaan cintamu.
Menujumu saja butuh ribuan liku
Dan aku sudah sedemikian haus

Bukannya aku malas mencari. Tapi arah mana kamu berlari?
Tuhan masih hening, impianku terbaring...

Apakah kamu tidak berpikir? Bahwa aku lelah meraba wajahmu dalam imajinasi
Tuhan Maha Penyingkap Tabir


Penantian ini menjemukan.. Serasa mati jiwa tak bercanda

mysign

Monday, March 19, 2012

Belahan Jiwa : sebuah teori imaginasi

Saya tersenyum. Mengingat kelakuan saya yang tidak dewasa terhadap Tuhan.

Dulu. Saya pernah berusaha mencari belahan jiwa. Toh, katanya tidak akan dapat jika tidak berusaha. Sampai saya memaksa membuka telapak tangan Tuhan hanya sekedar mengintip,

"siapa sih belahan jiwa saya?"
"Dilempar dimana dirinya? sejauh apa?"
"Kenapa belum bertandang juga? tersesat dimana?"
"Seharusnya Tuhan mengukir nama saya beserta alamat di tulang rusuknya"

Sabar. Cuman itu pinta Tuhan.

Ternyata. Ketika saya jengah untuk mencari. Dia datang begitu saja. Bukan dari langit. Entah darimana. Saya pun tidak menyadari.

Ini sebuah hadiah kejutan dari Tuhan. Sebuah hadiah yang datang ketika saya justru sedang tidak menantinya. Perasaannya jauh lebih bahagia. Karena Tuhan punya waktuNya sendiri untuk menghantarkannya pada saya.

Mungkin kesalahan saya dulu. Terlalu memaksa untuk membuka telapak tangan Tuhan. Seharusnya, justru hati saya yang harus saya taruh diatas telapak tanganNya. Karena hanya DIA yang Maha Tahu mau diletakkan di makhluk tuhan yang mana hati saya ini.


mysign

Tuesday, February 21, 2012

Sebuah Permulaan: Kisah Baru



Dear Diary,

Sebelum saya mengundang dia untuk berbagi cerita kehidupan di suatu senja, saya menanyakan segenap asa kepada Tuhan. Karena semuanya bukan terserah saya.

Apakah dia yang selama ini dalam genggaman tangan Tuhan?.

Perasaan itu berbeda. Sebuah dimensi lain tentang rasa kasih sayang. Ini bukan tentang perasaan cinta yang berkorbar begitu liar melebihi si pemilik raganya. Bukan. bukan seperti itu.

Sederhana.

Karena Tuhan banyak berperan besar didalamnya. Semuanya mengalir secara mudah. Kita berdua tidak berusaha terlalu keras. Seakan-akan Tuhan memberikannya secara cuma-cuma.

Proses ini indah dengan disertai ketidaksempurnaanya.

Dulu, saya terjebak dalam raga pendongeng. Dimana semua cerita itu indah dengan kesempurnaannya. Ternyata, kesempurnaan itu tidak tersedia di dunia ini. Membuat saya belajar berpikir bahwa sedih senang tetap bersyukur.. toh roda hidup itu berputar.


Mungkin dulu saya tidak mengerti. Kenapa Tuhan tidak serta merta memberikan jalan lurus. Sekarang, saya mengerti. Saya mulai bisa menyambung titik demi titik dalam setiap momen yang terjadi dalam hidup.

Tuhan itu selalu punya rencana yang terbaik.

Walau rencanaNya itu diberikan dengan cara yang tidak enak. Seperti, kita harus disedihkan dahulu. Sebelum rencana pembahagiaan diberikan. Seperti juga, ketika Tuhan dengan sengaja mengirimkan orang-orang yang salah untuk kita terlebih dahulu. Orang-orang yang memang di "skenario" kan untuk menyakiti kita. Secara tidak langsung, Tuhan mempersiapkan kita sebagai pribadi yang kuat dan pantas untuk mendampingi dia yang terpilih.









mysign

Hello World, I'm back!!!

Dear diary...

Here I am again. Ready to speak my words so loud to the world. The joy is here. The pain is easing. But this life isnt it? where happiness and sadness always take the journey of life side by side.


My life is not perfect. Well, I've been getting wrong more times than I getting right.

It took me quite some time to realize that life doesnt always go according to plan. If plan A doesnt work, then moves to Plan B. thats why we have letter B to Z.



Be opened to any chance that coming. Cos the opportunity doesnt knock twice.

There is no coincidence in this world. Cos God doesnt play dice with the universe.

Dont lose faith. Dont lose hope. God is surely arranging something bigger than we already thought.

The problems in life are not getting any easier, but we just grow stronger.

with love, xoxo


mysign

Friday, September 9, 2011

Kala Sang Surya Terbenam

Aku duduk. Melihatmu dari bilik benak pikiran. Sedang apa kamu disana?. Masihkah meringkuh dalam senyap? Kerapuhanmu itu, menghisapku dalam duniamu. Dan aku pun mulai tertarik padamu.

Perasaan itu ada disini. Kusimpan rapat didekat saku bajuku. Dekat sekali dengan hatiku. Sungguh aneh. Padahal aku belum bertemu denganmu. Biarlah, toh memang perasaan diciptakan tak berlogis.

Kamu adalah pribadi dengan sejuta kebaikan. Bagaimana mungkin aku menolaknya? Tuhan mengangguk setuju. Tunggu aku, aku sedang mengumpulkan karma baik.

Tolong,

Celah dihatimu itu dibuka sedikit saja. Sebenarnya yang pantas bagimu tidak jauh dari dirimu. Lihatlah ke belakang. Ada aku. Disini.


Aku tidak akan melepaskanmu dalam untaian bait pertama doaku. Jauh dekat, aku tetap akan mengikutimu. Sehingga, jika suatu hari engkau terjatuh.. aku lah yang memastikan kamu akan berdiri kembali.

Masa lalu telah menyakitimu sedemikian hebatnya. jangan terus berpeluh dalam keterpurukan. Aku adalah masa depan yang menyembuhkan. Kekosongan itu bolehkah kutaruh beberapa bintang didalamnya? ingin ku melihat sinarnya

Bangunlah sesegera mungkin. Usah bergemuruh dengan duka. Kamu tidak bisa mencari bahagia tanpa menciptakannya sendiri.

Aku ingin kamu hidup kembali, agar nafasku tak tersedak.



~with a grace


mysign

Monday, March 14, 2011

Jika kamu menjadi pemimpin

Dalam perjalanan, pemimpin suatu kaum adalah pelayan kaum itu sendiri - Muhammad.

Jadilah pemimpin yang disegani, bukan yang ditakuti. Ingatkan dirimu selalu.. agar tidak menuntut untuk dilayani oleh orang-orang dibawah kamu dan rakyat. Melainkan, kamu lah yang harus melayani orang-orang dibawah kamu. Kalau posisimu tinggi namun masih meminta harus dihormati maka secepatnya kamu harus memperbaiki perilaku itu. Karena tidak ada yang lebih berbahaya daripada seorang pemimpin yang lupa mengapa dia diangkat menjadi pemimpin.

Jika kamu mendapatkan rejeki, selalu pergunakan sebagian kecil rejeki itu untuk mensejahterakan lingkungan sekitar kamu. Ingatkan dirimu sendiri, untuk tidak terus menerus memperkaya dirimu sendiri jika orang-orang dilingkunganmu masih membutuhkan lebih. Karena namamu tidak akan diperdengungkan lebih lama hanya karena hartamu. Mereka akan membicarakan kontribusi yang telah kamu berikan untuk masyarakat dalam waktu yang tak terjangkau. Seperti Abu Bakar, pemimpin khalifah Islam, yang semakin tinggi jabatan yang dia punya... semakin miskin hidupnya karena dia semakin banyak memberikan pengorbanan untuk kaumnya.


Mengertilah, bahwa uang bukan lah segalanya. Karena penghasilan bukan wujud konkret atas suatu kesuksesan. Sukses, bagi aku, adalah bagaimana kamu bisa membawa orang-orang dibawah kamu dan dibelakang kamu sama suksesnya dengan kamu. Jika kamu tidak dihargai dimana kmu mengabdi saat ini. ijinkanlah hatimu untuk sedikit kecewa tetapi tetap lakukan yang terbaik.

Pria bermasa depan besar selalu manja kepada wanitanya. Dia ingin manja dan menyerah kepada wanita yang memelihara dan membangunnya menjadi pemimpin kehidupan yang besar. Karena semakin tinggi tanggung jawabmu semakin keras benturan duniamu...ketika kamu merengkuh didalam kasih sayang perempuan, kamu selalu menemukan sejuta sisi kelembutan dunia ini. Maka muliakanlah perempuan-perempuan beserta anak-anaknya yang berada disekitar kamu.

Behind every successful man stands great woman, a wife or a mother ~ if he has both.. then he's damn lucky
 

Please make sure, stay grounded at all times. Be humble~ Bersikap untuk selalu rendah hati kepada siapapun juga. Because we both know that we do not always be on top of the world. So, we must be careful on how to treat people in our way up.. cos we might meet them in our way down.






mysign

Friday, March 11, 2011

Letter to God (2)




God…I’m just human who are powerless when it comes to face the destiny nor fate. Love is something that I’m unable to create and to decide to whom I’m gonna fall in love with.

God, If I have power to do so, I would choose the ‘right’ person that will make everything less complicated cos this life is already complicated enough.


But here, Love is on Your hand. I’m surely still praying for the best man for me and both my parents…and I’m still waiting for the answer….


God, I’m praying if his existence in my life brings no good to my family and myself, I ask sincerely to You to make this feeling go easier without any pain. Sometimes choices are open to my life and sometimes they are close, but in any situation, I know I am always expected to make the best situation from any of them.


Thank you for hearing my pray

mysign

Wednesday, March 9, 2011

letter to God (1)

Dear God,

Trully.. i feel blessed. Aku bersyukur karena menjalani kehidupan ini dengan ikhlas. Pelajaran penting yang aku dapatkan yaitu, bahwa sedikitpun aku telah belajar untuk tidak berprasangka buruk kepada orang dan Engkau.

Because I do not need any reason to be angry to God.

Sesuatu yang membuat aku heran..
Semakin aku dekat denganMu, semakin aku merindukannya. Ada perasaan kecewa didalam hati, ketika dia tidak berada disamping aku. Aku kangen sholat berjama'ah sama dia. Setiap kali aku melakukan pendekatan melalui sholat istikharah, setiap kali itupula aku memimpikannya dan hati justru semakin yakin. Tetapi pada realitanya, orang tua tidak merestui.

Ya allah, ini yang membuat aku bingung. Paradigma bahwa orang tua yang paling tahu apa yang baik untuk anak-anaknya, akan tetapi kenapa petunjukmu menunjukkan sebaliknya. Allah tahu, bahwa aku memimpikan ardha hampir tiap hari. Mimpi-mimpi itu indah sekali. Apakah ini cuman datang dari alam bawah sadarku? tapi aku pernah membaca di buku agama yang khusus membahas masalah istikharah, bahwasanya mimpi yang baik datang dariMu, sedangkan mimpi buruk datang dari setan.

God, I love to sleep because sometimes my dreams are so much better than reality.

Bagi aku, Ardha adalah orang yang sangat sabar dalam menghadapi aku. Mungkin teman-teman kami dari sma akan terkejut karena justru dia yang lebih sabar. Aku sangat mudah sekali marah..sangat emosional. Jika lagi bad mood, aku selalu berbicara ketus dan nada tinggi. Dia masi sabar.. in moment like that i feel he switch position and acting like he's my brother.Dia menuruti, mengayomi, mengalah dan menasehati. terkadang amarah aku melampaui batas,dia terpancing marah juga. Cuman keesokan pagi..setelah dia bangun tidur.. dia langsung meminta maaf dan bilang bahwa dia tidak pantas mengeluarkan kata-kata kasar. padahal kata-kata kasar yang dia keluarkan cuman sejauh, "lebih baik kita jauhan dulu".Dia meminta maaf berkali-kali hanya karena mengeluarkan kata-kata seperti itu. dan itu dianggapnya kasar. Dia sedang emosi karena memang pada saat itu, aku hampir tiap malam marah-marah terus sama dia.



God... dalam hati ini, aku masih merasa dia yang terbaik untuk aku. kerinduan untuk mendekatiMu, diiringi pula kerinduanku dekat dengan dia. Ya Allah, jangan Engkau biarkan aku berlama-lama dalam kebingungan seperti ini.


I thank God how I'm lucky to be loved by you. in our hardest time, we won't dare to question Allah why we suffer pain because we never try to question Allah when we experience happiness




mysign

To whom I call them my friends

Dear friends,

I would love to copy and paste, one note in Facebook that is made by my lovely auntie ~ Linda Augustine Evans. I like the way she express her closeness to her friends. I can feel her writing cos this is exactly how I feel about my friends. They are my biggest supporters in my downturn. When people judge that I'm cracked eggs, they still say that I'm just the perfect egg. They still open their doors when I need place when the storm attacks. I feel so much grateful. This is specially dedicated to them.


***
To whom I call them my friends


It's the friends that you can call at any time of the day.. How true!! I have called one of my friends at 2 a.m in the morning. Not that I do it often, but just knowing that they are there, and that I can count on them, makes a difference. I can even anticipate what they might say to cheer me up; so, I can start to feel a bit better even before I have spoken to them.

We all have different friends for different occasions. There are the bonded relationship friends, career friends; sport friends; stand up comedienne friends who make me laugh; or the no nonsense friends. When I am a total loss, my close friends understand me even when I am finding it diffficult to express how I am feeling.

A good friend with whom I share an almost sisterly closeness gives me strength, confidence and hope. What would we do without friends? Friends make our lives richer; without friends life would be less fulfilling, les involving and much less fun.



My friends help me to grow. They teach me daring; they infect me with their enthusiasm. Thanks to you my friends, I am bold. I have the courage to try out new things, to seize the day, and to learn your background and culture. You give me the energy I need to experiment, and with your love and support, I have the confidence to develop myriad aspects of my personality. My true friends are willing to embrace the changes in my life; my best friends never judge, my flexible friends are a joy to know. Friends are my steady faithful companion on my life's path.



Friends in need will stand by when you face problems and difficulties, the friendship will last forever. Pretencious friends will only come and go, and will not last. They will come because they see you still have something to offer.

To whom I call them my friends, thank you all, you make me the person I am today, tomorrow, and always. May God bless you all. Thank you again for being my wonderful friends...

By Linda Augustine Evans, "this writing is part of my speech to my friends who attended my 50th birthday, almost 5 years ago in Singapore and there is some changes here and there...."


mysign

Thursday, February 24, 2011

Sholat [penyanggah jiwa rapuh]

Masalah ini seringkali berhasil membuat aku jatuh. Jika terjatuh, sahabat-sahabat akan mengulurkan tangannya (kembali). Tapi selalu saja ada saat dari momen keterpurukan itu, aku ingin menyerah. sehingga, merasa bahwa dunia sudah kehilangan keindahannya. Jadi untuk apa tetap tinggal disini.

Jika ada momentum seperti itu, seakan pikiranku dirasukin oleh proses-proses dimana orang memutuskan untuk suicide. Yang ada dalam pikiran hanyalah..keputus asaan, kesedihan dan ketidakmampuan untuk menahan beban berat.

"Allah does not burden a soul beyond that it can bear..." [Al-Baqarah 2:286]


Sebagai muslimah,


Sholat adalah sebuah obat yang manjur untuk mengangkat aku dari keterpurukan. Setiap ayat-ayat surat pendek yang dilantunkan seakan seperti aku sedang berdialog dengan Allah. Setiap doa yang terbanjiri oleh air mata seakan tempat berbagi yang sempurna untuk menguraikan kepedihan. Allah tidak akan membenci aku karena aku datang padaNya hanya ketika aku terpuruk. Allah selalu memberikan maafnya meskipun aku berkali-kali berjanji untuk bertobat tapi tetap mengulangi kesalahan-kesalahan. Allah akan menyembuhkanku dan menghilangkanku dari kebencian dan amarah dari orang-orang yang secara tidak langsung menyakiti hidupku. Allah akan memalingkan mukaku dari segumpulan orang-orang yang berprasangka buruk padaku, supaya aku tetap melihatNya. Ya.. Allah Maha Tahu bahwa aku tidak seburuk itu.

"What's the sweetest time of the day? it's when you pray. Because you're talking to The One who loves you most"

Sabar adalah kata yang sederhana. Tapi sangat susah untuk dilaksanakan. Dan ketika sholat selesai ditegakkan, aku merasa ada optimisme dan harapan kembali. Ya, pasti esok lebih baik.

" Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' " [2;45]






mysign

Tuesday, February 22, 2011

Sebuah usaha untuk mengagumiNya

"Saya bersyukur atas pelajaran yang harus saya dapat. Saya harus mencintai Allah, mungkin kita terlalu mencintai seseorang padahal itu adalah miliknya,"

-- Angelina Sondakh, 18 Februari 2011

Speechless. Ketika melihat di infotainment, Kata-kata Angelina Sondakh begitu humble but yet so powerful so that it touches my heart. Untuk tergolong mualaf, kata-kata mbak angie sungguh sangat bijaksana. Aku sepertinya mendapat pelajaran berharga dari kebijaksanaan mbak angie.

Seringkali, kita mengagumi seseorang melebihi kekaguman kita pada Allah. Contohnya, aku hehe. Padahal keindahan dari orang yang kita cintai itu merupakan ciptaanNya pula. Seperti jalan cerita yang aku alamin sekarang, aku ternyata terlalu sibuk "menyalahkan" orang lain atas tersendatnya hubungan aku dan Ardha. Padahal, kalo dipikir pikir, orang-orang itu dan masalah yang kita alamin hanyalah sebagai media pengukur seberapa dekat kita dengan Sang Pencipta.

Satu hal yang terlupa dari pikiranku, pasangan diciptakan untuk kita hanya sebagai reminder. Saling mengingatkan agar hubungan personal antara kita sebagai hambaNya dengan Allah menjadi lebih baik.

Awalnya aku begitu kagum kepada Ardha. Bagaimana dia rutin membangunkan aku jam setengah lima pagi untuk sholat shubuh, Bagaimana kebiasaan dia untuk sholat magrib di masjid dan menghabiskan kegiatan yasinan sampai setelah isya, baru pulang ke rumah dinas, bagaimana dia menyempatkan untuk berpuasa walaupun kegiatannya menuntut kondisi fisik yang tinggi. Bahkan kebiasaan sholat di masjid, menular kepada aku walaupun tidak terlalu sering. Dia pun pernah bilang, "Apa kamu ga rugi jika sholatmu cuman berpahala satu ketimbang 27. Jika sempat, sholat berjamaah aja".

. Selama 8 tahun tinggal di Australia, sholatku sangat sangat bolong sekali. Jikapun sholat itupun selalu main" jamak qoshor". Dan sedikitpun tidak menyentuh Al Quran, akibatnya awal ketika mulai membiasakan membaca Al Quran, lidahku merasa sangat kelu dan kaku. Berdoa dan ingat Tuhan hanya pada saat mau menempuh ujian semester. Seharusnya, aku harus lebih mengagumi Allah karena memberi sosok seperti dia untuk mengembalikan hubungan aku pribadi dengan Allah. Pertanyaannya, bagaimana caranya menanam rindu kepada Tuhan kita melebihi orang yang kita cintai?


mysign