
Beberapa tahun lalu misalnya, ada teman smp datang ke aku, minta undangan.
“Undangan apa?” tanyaku.
“Yaelah...Ya undangan kamu merit non tanggal 10 juni nanti di Gedung A”, kata temenku.
“Hah?!!” aku cuman bisa melongo kayak orang dongo. Ini mah sekalian lengkap ma tanggal dan tempatnya. Akhirnya aku tanya balik,
“Emang cowoknya siapa?”
“Yah aku ga tau”, dia njawab
“Aku loh ga punya calon, jadi mo merit ama sapa?”, tanyaku menjebak
“Masak sih?! Kok udah banyak yang bilang kalo kmu merit 10 juni ini”
Itu cuman salah satu diantaranya. Apa emang iya begini “nasib perempuan yang belum nikah”? Desas-desus tentang siapa calonnya terlalu sering berhembus. “Terlalu anehkah jika aku belum menikah?”. Bahkan ada yang bilang kalo aku udah hamil. Hamilnya kapan trus meritnya kapan kok bisa-bisanya ada kabar seperti itu. “Abisnya kmu rada ndut-an, jadi dipikirnya lagi hamil” begitu kata teman. Emang kalo aku gendutan artinya hamil? Wong aku rada suka makan, apalagi di Melbourne surganya makanan enak dan porsinya pun 3x porsi di sini. Ga percaya? Tanyain aja temen-temenku yang di Melbourne tentang 'eating habit' kita (hahaha).
Desas-desusnya sekarang, bahwa aku sedang menjalin hubungan ama seorang tentara berpangkat letnan satu infanteri. Memang kalo dia mampir di Probolinggo, Ardha selalu menyempatkan ketemuan ma aku secara dia orang se-geng aku sejak SMA di Surabaya dulu. Whenever we walked out together, people never stop starring at us. Awalnya risih juga aku dan rada ga enakan ma dia, tapi emang awalnya dia rada kaget dilihatin orang. He just realized, if I'm in probolinggo, I'm just not that ordinary. Selama di Surabaya, yang dia tahu yah sebatas 'mirna adalah mirna', tanpa ada embel-embel lainnya. Bahkan om aku yang tinggalnya jauh dari aku, tahu tentang kabar itu dari tetangganya. Ckckck....
Alhasil, Ardha ini pun rada 'kecipratan' oleh kabar ini. Status hubungan aku ma dia dipertanyakan danpri-nya. Danpri adalah komandan dari tiga batalyon yang berpusat di Jember. Dan Jabatan pangkat Danpri itu cukup jauh diatas Ardha yang masih berpangkat lettu. Dia rada kaget juga kenapa danpri itu menanyakan kepada komandannya si Ardha tentang sejauh mana keseriusan dia dengan aku dan memberi 'wanti-wanti' supaya tidak main-main dengan aku. Dan aku pun tidak mengenal siapa danpri itu dan agak heran juga kenapa harus 'ikut campur'. *Sigh
Kadang-kadang terlalu capek untuk meng-klarifikasi semuanya. Jika dijawab pun, mereka tidak percaya. Kan repot itu namanya?. Jadi aku lebih baik diam saja, tidak meng-iya kan dan tidak juga menolak semua kabar itu, karena sekarang aku menjaga privasi. Aku tidak ingin orang terlalu banyak tahu tentang my love life untuk meredam komentar-komentar lebih banyak lagi. Yah aku anggap saja semua itu doa, doa dari orang banyak supaya aku cepet menikah (hahaha). Seharusnya mereka berhenti bertanya kapan aku menikah dan berhenti menebak-nebak dengan siapa aku sekarang, toh pada akhirnya aku juga akan menikah. Insyaallah taun depan. Kalo engga yah, taun depannya lagi. Kalo ga jadi yah, tiga tahun lagi hahahaha. Tidak usah menebak-nebak deh, ntar tiba-tiba muncul aja di “Radar Bromo” (koran lokal Probolinggo dari Jawa Pos Group) kalau aku mau menikah, hahahaha.
Jadi sejauh mana kebenaran kabar itu? Biarin aku, keluarga dan teman-teman dekat aku yang tahu status aku sebenernya apa (single atau in relationship,atau enganged atau dengan siapa aku sedang dekat). Aku cuman belajar dari yang kemarin-marin. Ketika orang-orang memaksa aku untuk mempublikasi-kan hubungan aku dalam kondisi aku yang belum siap dan belum yakin ternyata berakhir dengan situasi yang kurang baik. Makanya, privasi aku jadikan barang yang mahal. Jika memang suatu saat nanti aku sudah yakin dengan siapapun yang jadi pilihanku, pastinya nanti aku sebarkan sendiri berita ini Kalau perlu, aku lakuin seperti orang kampanye hahahahaha. Abisnya, capek banget deh ih dengerin orang-orang, tutup telingapun masih kedengaran.
(mirna)


