Monday, September 30, 2013

Alone

This feeling tonight is so familiar. The feeling brought me back to 2.5 years ago. Loneliness. I was so trapped within. My past was so destructive. It created sense of huge insecurity. Betrayal. I remember the pain caused by it. Up to now, I was struggling to trust. I am so fragile, inside. And yet, no one realised how depth it is. 

I feel I am not worth enough to keep. Dear god, I don't wanna have this feeling anymore. I'm hurt. I did move on. But why the scar reminds. No. There is no room for past love anymore. What I have now is feeling disgusting to that creature. 

I feel lonely. No one here to stay. No one here to call. Just to say that I'm the priority. Not the second things to do. I'd rather be quite. Keep it to my self. I live for me. I belong to me. My heart is my only possession 

Saturday, September 28, 2013

Feelin little low

Have you ever felt being underestimated? Have you ever received constant criticisms? And people keep telling me I can't do this, I can't do that. It doesn't really affect me. Initially. But it keeps mounting..and adding to the point where I doubt my self. 

This is the hardest battle. That I am struggling to convince myself that I'm good enough. Pardon my French, those people are being pain in my ass. I don't know what is wrong with them. Never ending judging me, well yeah...as if they were perfect. *perfect-my-ass*. 

If they do good on doing  their job, I would have opened for construction criticism. But that's not the case. They are not so great doing their job, and they judging every step that I take. I mean, mind your own business. I have never involved and being so opinionated on what they do. 

" you won't succeed. What u do won't work out". Those words that came out from  their mouth playing over and over again in my mind like a broken record.

I am not feeling rise n grind now .... 

Monday, October 15, 2012

Sebuah Catatan Pintu

Aku duduk. Begitu lama termenung memandangi pintu. Haruskah kukunci pintu itu kembali?. Aku tidak tahu apa yang ada diluar sana. Semilir angin yang menyejukkan. Atau mungkin, puliran angin tornado yang mengacak-acak tempat aku berlindung.

Ah, cinta. Aku mulai merasakan takut untuk menerimamu kembali. Andaikan hanya engkau yang datang, tentu saja aku tidak keberatan untuk membukakan pintu. Tapi, aku tidak menyukai jika ada penyusup yang diam-diam masuk bersamamu. Rasa sakit.

Aku akan menyembuhkanmu. Begitu janjimu. Sebuah pengharapan manis untuk awal perjalanan baru.

Tatapan mataku kosong, berapa bintang yang hendak kamu beri?. Itu keraguanku.

Awalnya, kubuka pintu perlahan . Untuk mengundangmu masuk, cinta.

Namun sekarang, aku menyadari. usahlah berteman dengan cinta, jika ku takut sakit. Karena cinta dan sakit semuanya harus diterima dalam satu paket.

Buy one love get one pain for free.

Aku beranjak dari tempat ku duduk. Perlahan mendekati pintu untuk......(the end)

Sunday, September 2, 2012

Saya Percaya. Kamu?


Saya percaya bahwa Tuhan menciptakan perbedaan untuk alasan yang indah.
Saya percaya kita mampu memberi tanpa mengharap untuk kembali.
Saya percaya suatu saat nanti kita berhenti membicarakan orang karena kita juga tidak sempurna
Saya percaya jika kita tidak ramah kepada alam, kita akan punah
Saya percaya bahwa kita harus hentikan perburuan liar, karena binatang tercipta untuk menunjukkan kita manusiawi.

Saya percaya kita tidak akan pernah merasa pintar, karena ilmu dan pengetahuan selalu bertambah.
Saya percaya bahwa memakai helm saat berkendaraan roda dua itu penting, sekedar menunjukkan Tuhan bahwa kita menghargai nyawa pemberianNya
Saya percaya bahwa kita harus hati-hati berkendara lalu lintas, untuk menjaga diri sendiri dan nyawa orang lain.

Saya percaya bahwa kita tidak boleh berhenti berbuat baik, supaya karma tidak menampar wajah kita
Saya percaya kita tidak meracuni tubuh kita dengan minuman keras dan narkotik, orang buta dan orang yg hidup tanpa tangan kaki ingin kesempurnaan tubuh yg kita punya.
Saya percaya jika Thomas Edison tidak menciptakan lampu, kita hidup dalam gelap.

Saya percaya jika golongan pemuda tidak mendesak Soekarno Hatta, kemerdekaan tidak tecicipi
Saya percaya perdamaian lebih baik daripada perang
Saya percaya jika Neil Armstrong tidak menginjakkan kaki di bulan, manusia hanya berimajinasi tanpa mewujudkan

Saya percaya hidup harus diiisi dengan harapan positif, karena harapan adalah kekuatan untuk bertahan
Saya percaya bahwa Indonesia perlu mempunyai "Father's Day"
Saya percaya jika perokok berpikir tidak bisa berhenti merokok, dokter pun tidak mampu menyembuhkan paru-paru yang rusak.
Saya percaya bahwa cinta mengalahkan segalanya
Saya percaya seorang pria membutuhkan dua wanita hebat. Ibu dan istrinya.


Kamu. Apa yang kamu percaya?


mysign

Monday, June 11, 2012

Be Bold, Be Brave



Sometimes we need to make a bold decision.
Sometimes we need to take a high road.
We need to get out of comfort zone.
Because the most happiness you could have is a freedom to choose.

Problems.
Barriers.
Obstacles.
God do not give them without reasons.
God will not give us anything that we could not handle.
These ‘talents’ that we have, sometimes it takes the hard way
For us to believe it.

Therefore. Problems. Barriers. Obstacles.
They don’t act as cause. They act as proofs.

We must take a risk from something we believe in
Just to see, if we fly higher… we could enjoy more beautiful scenery
Although the risk is, the higher we fly, and we fell…then the deeper the wound is

We always have choices.
Which one is worth it? It’s your call.
Just be smart to pick the battle.
mysign

Sunday, June 3, 2012

Pilihan Kedua


Kuberi tahu kamu satu rahasia. Satu rahasia yang sederhana.
Perempuan….
Sebenarnya kamu adalah pilihan kedua.
 
****
“Pikirkan sekali lagi. Apakah kamu berubah pikiran?”, kata pria itu. Sepuluh bulan lalu.

Saya diam. Bukannya saya tidak tahu harus menjawab apa. Tapi, saya jijik mendengar pertanyaannya.

“ Jika kamu merasa ini bisa diperjuangkan. Hubungan kita. Aku akan tinggalkan dia”, Pria itu berusaha meyakinkan saya. “ Karena aku ingin segera menikah”.  lanjutnya

“ Bukannya kamu sudah menjalin hubungan dengan dia.”, kataku. 

Dia terdiam.

***
Dunia memang terbalik sangat cepat ya, Perempuan. Dulu seakan kamu diatas segalanya. Ketika saya meminta dengan baik-baik untuk menjauhinya. Kamu pun menjawab, “ Selama dia nyaman jalan dengan saya. Dan saya nyaman jalan sama dia. Kenapa saya harus melepaskannya?”.

Tapi harus kuakui memang. Perkataanmu malah membuatku lega. Aku melepaskan pria-ku untuk perempuan yang hmm…bagaimana mengatakannya. Bahwa setidaknya saya masih lebih menghormatimu sebagai perempuan walaupun kamu adalah pihak ketiga dalam hubungan saya. Pernah bukan saya bilang bahwa saya tidak menyalahkan kamu mempunyai perasaan terhadap pria yang saat itu masih mempunyai ikatan terhadap saya? Bagaimana saya bisa menyalahkan segenap perasaan cinta pemberian dari Tuhan? Bagaimana saya bisa menyalahkan perasaan yang, sebagai manusia kita tidak bisa mengontrolnya?

Tapi, seperti itulah response dari dirimu, perempuan. Sedikitpun kamu tidak memberi ruang waktu bagi saya dan dia untuk mengevaluasi kembali hubungan kami.

Saya mundur. Karena saya merasa menjadi penghalang antara kalian.
Saya mundur. Karena saya tidak mau dijadikan pilihan.


***


“ Lima hari lagi. Tolong temuin aku yah disini. Di Pantai Putih”. Begitu pesan sms priamu sembilan bulan lalu. Lima hari lagi yang dimaksud adalah hari ulang tahunnya. Saya tidak menjawab. Saya bertanya dalam hati, “kemana perempuanmu? Kenapa engkau tidak memintanya untuk datang?”

Dan pada ketika harinya.

“ Dimana kamu? Kamu kesini kan? Aku disini”. Begitu sms priamu.


" Maaf. aku ga bisa. Banyak urusan". Sebuah penolakan halus dari saya.


***
 

Waktu diantaranya. Dia pernah mengirimkan sms bertuliskan 'I love you". Tapi, jangan kuatir perempuan. Tidak saya tanggap. Padahal dia sudah menjadi kekasihmu.




Perempuan, aku masih menghormatimu. Disaat engkau sebagai pihak ketiga. Disaat engkau sebagai kekasihnya.

Aku diam. Tidak mendendam
Karma ada. Aku percaya.

Tuhan Maha Baik. Memisahkan aku dari yang tidak baik.

Masihkah aku mencintanya? Aku menggelengkan kepalaku.
Pria itu. Separuh pun tidak seperti yang aku kira.

Perempuan. Kamu memang bukan pilihan kedua lagi.
Sekarang kamu adalah prioritasnya.
Ahhh.. Prioritas pertamanya…
Suatu saat akan ada ‘prioritas kedua’, ‘ketiga’, ‘keempat’ dan seterusnya………





mysign