Sunday, June 3, 2012

Pilihan Kedua


Kuberi tahu kamu satu rahasia. Satu rahasia yang sederhana.
Perempuan….
Sebenarnya kamu adalah pilihan kedua.
 
****
“Pikirkan sekali lagi. Apakah kamu berubah pikiran?”, kata pria itu. Sepuluh bulan lalu.

Saya diam. Bukannya saya tidak tahu harus menjawab apa. Tapi, saya jijik mendengar pertanyaannya.

“ Jika kamu merasa ini bisa diperjuangkan. Hubungan kita. Aku akan tinggalkan dia”, Pria itu berusaha meyakinkan saya. “ Karena aku ingin segera menikah”.  lanjutnya

“ Bukannya kamu sudah menjalin hubungan dengan dia.”, kataku. 

Dia terdiam.

***
Dunia memang terbalik sangat cepat ya, Perempuan. Dulu seakan kamu diatas segalanya. Ketika saya meminta dengan baik-baik untuk menjauhinya. Kamu pun menjawab, “ Selama dia nyaman jalan dengan saya. Dan saya nyaman jalan sama dia. Kenapa saya harus melepaskannya?”.

Tapi harus kuakui memang. Perkataanmu malah membuatku lega. Aku melepaskan pria-ku untuk perempuan yang hmm…bagaimana mengatakannya. Bahwa setidaknya saya masih lebih menghormatimu sebagai perempuan walaupun kamu adalah pihak ketiga dalam hubungan saya. Pernah bukan saya bilang bahwa saya tidak menyalahkan kamu mempunyai perasaan terhadap pria yang saat itu masih mempunyai ikatan terhadap saya? Bagaimana saya bisa menyalahkan segenap perasaan cinta pemberian dari Tuhan? Bagaimana saya bisa menyalahkan perasaan yang, sebagai manusia kita tidak bisa mengontrolnya?

Tapi, seperti itulah response dari dirimu, perempuan. Sedikitpun kamu tidak memberi ruang waktu bagi saya dan dia untuk mengevaluasi kembali hubungan kami.

Saya mundur. Karena saya merasa menjadi penghalang antara kalian.
Saya mundur. Karena saya tidak mau dijadikan pilihan.


***


“ Lima hari lagi. Tolong temuin aku yah disini. Di Pantai Putih”. Begitu pesan sms priamu sembilan bulan lalu. Lima hari lagi yang dimaksud adalah hari ulang tahunnya. Saya tidak menjawab. Saya bertanya dalam hati, “kemana perempuanmu? Kenapa engkau tidak memintanya untuk datang?”

Dan pada ketika harinya.

“ Dimana kamu? Kamu kesini kan? Aku disini”. Begitu sms priamu.


" Maaf. aku ga bisa. Banyak urusan". Sebuah penolakan halus dari saya.


***
 

Waktu diantaranya. Dia pernah mengirimkan sms bertuliskan 'I love you". Tapi, jangan kuatir perempuan. Tidak saya tanggap. Padahal dia sudah menjadi kekasihmu.




Perempuan, aku masih menghormatimu. Disaat engkau sebagai pihak ketiga. Disaat engkau sebagai kekasihnya.

Aku diam. Tidak mendendam
Karma ada. Aku percaya.

Tuhan Maha Baik. Memisahkan aku dari yang tidak baik.

Masihkah aku mencintanya? Aku menggelengkan kepalaku.
Pria itu. Separuh pun tidak seperti yang aku kira.

Perempuan. Kamu memang bukan pilihan kedua lagi.
Sekarang kamu adalah prioritasnya.
Ahhh.. Prioritas pertamanya…
Suatu saat akan ada ‘prioritas kedua’, ‘ketiga’, ‘keempat’ dan seterusnya………





mysign



3 beautiful persons stopped by:

Fenty Fahminnansih said...

Efek terlalu lama pacaran itu, miiir *dipites mirna* *hugs*

Aku masih percaya laki-laki yang baik, super baik malahan, akan ada buat kamu. Entah yang disana itu, atau mungkin orang lain, entahlah ... karena kamu juga terlalu baik ;)

Mirna said...

jika boleh menyombongkan diri sesaat, aku suka kata-kata kamu yang terakhir dari kamu "karena kamu juga terlalu baik" ...ngademin banget. *hugs*

Nintya said...

Mirna .. Love you cantikk .. Soon u'll meet someone yh proper dan seimbang sm kamu .. U are very nice person dear. Proud of you how u handle ur feeling emotion n how to deal with that wanita .. U rocks dear

Post a Comment